Rabu, 17 Maret 2010

UNGKAPAN BIJAK ORANG CINA


Berikut adalah ungkapan bijak orang Cina!

Seorang ibu Cina yang sudah tua memiliki dua buah tempayan, yang dipikul di pundaknya dengan menggunakan sebatang bambu.

Salah satu dari tempayan itu retak, sedangkan yang satunya tak bercela dan selalu memuat air hingga penuh.

Setibanya di rumah setelah menempuh perjalanan panjang dari sungai, air di tempayan yang retak tinggal separuh.

Selama dua tahun hal ini berlangsung setiap hari, dimana ibu itu membawa pulang air hanya satu setengah tempayan.

Tentunya si tempayan yang utuh sangat bangga akan pencapaiannya.

Namun tempayan yang retak merasa malu akan kekurangannya dan sedih sebab hanya bisa memenuhi setengah dari kewajibannya.

Setelah 2 tahun yang dianggapnya sebagai kegagalan, akhirnya dia berbicara kepada ibu tua di dekat sungai.

“Aku malu, sebab air bocor mela-lui bagian tu-buhku yang retak di sepanjang jalan menuju ke rumahmu.”

Ibu itu tersenyum, “Tidakkah kau lihat bunga beraneka warna di jalur yang kau lalui, namun tidak ada di jalur yang satunya?

Aku sudah tahu kekurang-anmu, jadi aku menabur benih bunga di jalurmu dan setiap hari dalam perjalan-an pulang kau menyirami benih-benih itu.

Selama dua tahun aku bisa memetik bunga-bunga cantik untuk menghias meja.

Kalau kau tidak seperti itu, maka rumah ini tidak seasri seperti ini sebab tidak ada bunga.”

Kita semua mempunyai kekurangan masing-masing …

Namun keretakan dan kekurangan itulah yang menjadikan hidup
kita bersama menyenang-kan dan memuaskan.

Kita harus menerima setiap orang apa adanya dan mencari yang terbaik dalam diri mereka.

Rekan-rekan sesama tempayan yang retak, semoga hari kalian menyenangkan. Jangan lupa mencium wanginya bunga-bunga di jalur kalian.

Luangkanlah waktu untuk mengirimkan pesan ini
kepada semua rekan
yang juga seperti
tempayan yang retak ini …

Tuhan tahu ada berapa dan siapa mereka!!!


Sabtu, 30 Januari 2010

Thought for today

An old man was sitting with his 25 year old son in the train. The train was about to leave the station. All passengers are settling down in their seat.

As the train started, the young man was filled with lots of joy and curiosity. He was sitting on the window side.
He put out one hand and feeling the passing air, he shouted, "Papa see all the trees are going behind". the old man smiled and admired his sons’ feelings.

Besides the young man was one couple, sitting and listening to all the conversation between father and son. They were little awkward with the attitude of the 25 year old behaving like a small child.

Suddenly the young man again shouted, "Papa see the pond and animals. Clouds are moving with the train".

The couple was watching the young man embarrassingly. Now it started raining and some of the water drops touched the young man's hand.He was filled with joy and he closed his eyes. He shouted again," Papa it's raining, the water is touching me, see papa".

The couple couldn't help themselves and asked the old man. "Why don't you visit the Doctor and get treatment for your son."

The old man said, " Yes, We are coming from the hospital today, my son got his eye sight for first time in his life".

Senin, 11 Januari 2010

BEBAS

ku beri judul bebas, agar setiap orang bebas menentukan judul sesuai keinginan masing - masing, sehingga aku tidak terbebani dengan judul yang membuatku penat sudah berbagai ocehan yang berada di benakku ini....

Tahun baru telah berganti..kehidupan baru pun dimulai...entah dimulai darimana, namun yang jelas semuanya bertambah baru, baik itu masalah, solusi, rezeki, dll semuanya bertamabah...lantas apakah yang tidak bertambah ?.. jatah usia yang berkurang.. Namun semua itu harus disikapi dengan kacamata agama.