Minggu, 20 Juni 2010

DANAU ITU BERNAMA SAGULING

It's called Saguling Lake  (Part-1)



     MySpace  Siang itu ku bergegas menaiki bis yang sudah dipenuhi oleh anak - anak yang akan mengikuti acara "Sehari Semalam Menjelang Kelulusan" dengan berbagai kegiatan yang cukup padat hingga esok hari menjelang pulang ke rumah masing - masing.

   MySpace  Perjalanan itu sungguh menyenangkan dengan keadaan jalan yang berliku - liku, turun naik, terjal serta bebatuan juga kondisi jalan yang sudah bolong - bolong, namun belum ada perbaikan dari pemerintah setempat, beuh.....so amazing.....


  MySpace  Kurang lebih satu jam perjalanan kuhabiskan waktu ku dengan bercanda sesekali dengan anak - anak, bicara dengan pak supir. (Melamun jauh sebagian waktu yang ku habiskan diperjalanan). Akhirnya ku injakkan kakiku ditempat yang penuh dengan kenangan masa lalu, dimana telah terjadi persahabatan, percintaan, penghianatan, pembunuhan karakter, permusuhan, pengharapan, perjuangan, kekuasaan, perdebatan, penculikan, perampasan, pendidikan, serta perpisahan yang membuatku muak (nada marah)  Semua itu terkumpul dalam memory sepanjang sejarah hidupku..... ya tempat itu bisa dibilang "Almamater"ku sekaligus tempat acara "Sehari Semalam Menjelang Kelulusan".

  MySpace    Hamparan danau yang memesonakan mata, hembusan angin yang menyapaku, menyolek daun telingaku, menghibaskan rambut-rambut dikepalaku juga sorbanku yang ku kenakan waktu itu. Kusempatkan berdiam diri bebarapa saat sebelum membimbing anak - anak dengan segudang kegiatan. Di atas tebing ku terdiam sejenak mematung (mematung, memahat, memaku, memalu.....ah lieur) seorang diri tanpa hadirnya seorang kawan disampingku.

 MySpace      Tiba - tiba kilat menyambar dan hujanpun turun perlahan tapi pasti, semakin basah hati yang sedang resah gelisah (teringat lagu "Si Alif Kecil"). Segera ku bergegas ke tempat yang teduh sambil meminum air hangat yang dicampur teh + susu, kulanjutkan lamunanku tentang kawan yang tiada disampingku. Ku ingin berbagi kisah dengannya meski hanya sebuah kisah, ku ingin berbagi cerita meskipun ia tak ingin mendengarnya, ku ingin berbagi sepotong roti meski ia tidak meraskan kenyangnya, ku ingin berbagi segelas teh meski ia tak merasa leganya seteguk air teh itu, ku ingin.....ku ingin....dan ku ingin........ Namun tak kunjung hadir pula, meski ku telah jauh - jauh hari mengajaknya tuk ikut bersamaku, tapi .............

Mungkin berbagai hal yang tak bisa dipenuhi........
Ku tarik nafasku sejenak. (take a breath) ...............

sebait Nasyid "Si Alif Kecil"

Ketika malam datang mencekam
ku lihat si alif kecil yang malang
duduk tengadah ke langit yang kelam
meratapi nasib ini

kilat menyambar hujan pun turun
semakin basah hatinya yang resah
kapankah semua ini kan berakhir
dijalanan penuh duri

Ya Allah tunjukkan jalan-Mu
pada si Alif kecil
agar terbebas dari tirani
menuju cahya Ilahi

Sabtu, 15 Mei 2010

Dia Memanggilku dengan sapaan "AKANG"

MySpace"Kang"....merupakan kata dari "Akang" sebutan bagi orang dewasa lelaki dikalangan masyarakat Sunda dan Jawa Barat, Kata "Akang atau kang" merupakan sapaan akrab dan sopan juga tanda kasih sayang dari seseorang pada orang lain, misalnya, dari istri kepada suaminya, dari kekasihnya pada kekasihnya, dari teman kepada temannya, dari yang lebih muda kepada yang lebih tua ( perbedaan usia yang tidak jauh ).

"Kang", kata itu pula yang sering saya dengar keluar dari mulut dia, terasa diri ini begitu berharga dan berguna baginya juga terasa romantis bila dia memanggilku dengan sapaan akrab "AKANG".Ya begitulah adanya dua insan yang sedang mencoba menjalin kasih, meskipun tidak begitu lama.

Aku sangat rindu dengan suara merdu yang ku dengar lewat telepon HP ditelinga, "Kang", begitu dirinya memanggil diriku dengan lembut, begitu rindunya ingin terus mendengar dia memanggilku dengan sapaan akrab "AKANG atau Kang". Namun kini tidaklah begitu adanya, karena dia telah jauh dari sisiku. sejak ia ingin berpisah denganku, aku pun tidak bisa mendengar lagi dia memanggilku dengan sapaan "AKANG" yang selalu terngiang ditelingaku.

Sungguh aku merindukan dia menyebutku dengan sapaan AKANG, aku rindu dia menghubungiku meski lewat HP dengan suara pertama yang kudengar AKANG.

MySpaceNamun kini kerinduan itu harus terkubur dalam dalam, karena dia tidak akan lagi menyapaku, karena dia tidak akan menghubungiku lagi dengan sapaan AKANG. Betapa aku merindukannya...

Rabu, 17 Maret 2010

UNGKAPAN BIJAK ORANG CINA


Berikut adalah ungkapan bijak orang Cina!

Seorang ibu Cina yang sudah tua memiliki dua buah tempayan, yang dipikul di pundaknya dengan menggunakan sebatang bambu.

Salah satu dari tempayan itu retak, sedangkan yang satunya tak bercela dan selalu memuat air hingga penuh.

Setibanya di rumah setelah menempuh perjalanan panjang dari sungai, air di tempayan yang retak tinggal separuh.

Selama dua tahun hal ini berlangsung setiap hari, dimana ibu itu membawa pulang air hanya satu setengah tempayan.

Tentunya si tempayan yang utuh sangat bangga akan pencapaiannya.

Namun tempayan yang retak merasa malu akan kekurangannya dan sedih sebab hanya bisa memenuhi setengah dari kewajibannya.

Setelah 2 tahun yang dianggapnya sebagai kegagalan, akhirnya dia berbicara kepada ibu tua di dekat sungai.

“Aku malu, sebab air bocor mela-lui bagian tu-buhku yang retak di sepanjang jalan menuju ke rumahmu.”

Ibu itu tersenyum, “Tidakkah kau lihat bunga beraneka warna di jalur yang kau lalui, namun tidak ada di jalur yang satunya?

Aku sudah tahu kekurang-anmu, jadi aku menabur benih bunga di jalurmu dan setiap hari dalam perjalan-an pulang kau menyirami benih-benih itu.

Selama dua tahun aku bisa memetik bunga-bunga cantik untuk menghias meja.

Kalau kau tidak seperti itu, maka rumah ini tidak seasri seperti ini sebab tidak ada bunga.”

Kita semua mempunyai kekurangan masing-masing …

Namun keretakan dan kekurangan itulah yang menjadikan hidup
kita bersama menyenang-kan dan memuaskan.

Kita harus menerima setiap orang apa adanya dan mencari yang terbaik dalam diri mereka.

Rekan-rekan sesama tempayan yang retak, semoga hari kalian menyenangkan. Jangan lupa mencium wanginya bunga-bunga di jalur kalian.

Luangkanlah waktu untuk mengirimkan pesan ini
kepada semua rekan
yang juga seperti
tempayan yang retak ini …

Tuhan tahu ada berapa dan siapa mereka!!!